Semin (23/9), bertempat di Kalurahan Candirejo Kapanewon Semin, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan Pendidikan Politik Bersama Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Kalurahan Candirejo, Semin. Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat, Kanit Binmas Ipda Tri Handoko, Dosen UGK Pamuji Raharjo MPA, Lurah Candirejo Agus Supriyadi.
Dalam sambutannya Lurah Candirejo Agus Supriyanto mengucapkan selamat datang kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik,narasumber dan masyarakat yang hadir dalam acara ini. Beliau berharap dengan adanya pendidikan politik ini dapat membantu masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas dan tau bagaimana menghadapi situasi yang terjadi saat ini.
Sambutan Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat menyampaikan bahwa pendidikan politik ini berasal dari rencana kerja murni Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Tahun Anggaran 2025. Dengan dilaksanakan pendidikan politik ini Badan Kesatuan Bangsa dan Politik berharap masyarakat menjadi pasukan getok tular untuk menyampaikan informasi atau materi dari dua narasumber. Beliau juga menyampaikan menurut informasi bahwa daerah Klaten menjadi nomer 1 dalam peredaran Narkoba. Oleh karena itu mari jaga keluarga kita dari pengaruh Narkoba dan kalurahan Candirejo berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo. Beliau juga berpesan untuk tetap menjaga ketentraman lingkungan dan jangan mudah terprovokasi.

Selanjutnya penyampaian materi oleh Akademisi dari UGK beliau menyampaikan bahwa sebanyak 88,3 persen responden menyatakan pendidikan politik krusial untuk diusahakan sebagai penguatan demokrasi, bahkan 30,2 persen dari angkka tersebut menilai pendidikan politik sangat penting.
Materi kedua disampaikan oleh Kanit Binmas Ipda Tri Handoko, beliau menyampaikan demokrasi bukan hanya sistem, tapi jalan hidup beradab. Beliau mengajak kita jadikan demokrasi sebagai jembatan menuju Gunungkidul yang adil, makmur, lestari dan berkeadaban.